Tampilkan postingan dengan label Softskill. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Softskill. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juni 2012

Drop Down Menu di Blogger

Adding The Drop Down Menu To Blogger

     1.   Go To Blogger > Design and select a HTML/JavaScript widget
      2. Paste the following code inside it,
<style>
#mbtnavbar {
    background: #3B5998;
    width: 100%;
 
    color: #FFF;
        margin: 10px 0;
        padding: 0;
        position: relative;
        border-top:0px solid #960100;
        height:35px;

}

Selasa, 03 April 2012

Masalah Pokok Ekonomi Indonesia

Masalah Pokok Ekonomi Indonesia

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang usaha-usaha atau cara manusiadalam memenuhi kebutuhan dengan berbagai cara untuk mengelola sumber-sumber daya ekonomi yang terbatas.
Berdasarkan pada keterbatasan pada sumber daya yang ada maka manusia harus memilih barang-barang mana yang perlu dihasilkan agar mendapatkan hasil kepuasan yang maksimum.

Kebijakan Fiskal dan Moneter Sektor Luar Negeri

Kebijakan Fiskal dan Moneter Sektor Luar Negeri


A. Arti Definisi dan Pengertian Kebijakan Moneter (Monetary Policy)
Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan.

Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)

A.Pengertian dan landasan hukum APBN
APBN(Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yaitu suatu daftar atau rencana membuat secara rinci tentang sumber penerimaan negara dan pengeluarannya dalam jangka waktu tertentu biasanya 1 tahun.Periode penyusunan dan pelaksanaan APBN di Indonesia di laksanakan tanggal 1 April 31 Maret tahun berikutnya (tahun anggaran)
Landasan hukum penyusunan APBN adalah terdapat pasal 23 Ayat 1 UUD 1945 yang menyebutkan:”Tiap- tiap tahun APBN di tetapkan undang-undang. Apabila dalam menyetujui anggaran yang di usulkan pemerintah maka pemerintah memakai anggaran tahun lalu”.
B.Tujuan,Fungsi dan Cara Penyusunan APBN
1.       Tujuan Penyusunan APBN
Adalah untuk mengatur pendapatan dan pengeluaran negara sasaran meningkatkan kesejahteraan rakyat dapat tercapai.
2.       Fungsi /Kegunaan dari APBN
a.       Fungsi stabilisasi
APBN di jadikan sebagai pedoman agar segala tindakan penerimaan dan pengeluaran keuangan Negara teratur dan terkendali.
b.      Fungsi alokasi
Melalui APBN dapat di ketahui besar alokasi dana yang di perlukan untuk tiap-tiap sektor pembangunan.
c.       Fungsi distribusi
Dalam APBN,pendapatan yang di peroleh akan di gunakan(di distribusikan/kembali untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran Negara di berbagai sektor pembangunan dan departemen keseluruhan di daerah.
d.      Fungsi regulasi
APBN di gunakan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan pengendalian tingkat inflasi.
C. Cara Penyusunan APBN.
Pemerintah menyusun RAPBN dalam bentuk nota keuangan,di ajukan ke DPR.Oleh DPR RAPBN tersebut di sidangkan,jika RABN di tolak maka yang di gunakan adalah tahun lalu,jika RAPBN di terima  maka di sahkan menjadi APBN,APBN tersebut selanjutnya di kembalikan pemerintah ( presiden dan para menteri di laksanakan).
D.Sumber-sumber Pendapatan Negara
- Penerimaan dalam negri:
1.     Penerimaan pajak yang terdiri dari pajak dalam negri(PPh,PPn,PBB.bea atas tanah dan cukai) dan pajak perdagangan internasional (bea masuk dan pajak ekspor).
2.      Penerimaan bukan pajak yang terdiri dari penerimaan SDA
-Hibah /Bantuan dari Negara Lain
E.Jenis Pembelanjaan Pusat dan Daerah

 Pengeluaran Rutin:
-          Belanja pegawai,belanja barang dalam negri dan luar negri,subsidi daerah otonomi,biaya dan cicilan utang dalam negri dan luar negri
Pengeluaran Pembangunan:
-          Pembiayaan rupiah,bantuan proyek
F.Pengaruh APBN terhdap perekonomian
1.       APBN merupakan bahan untuk menyusun kebijakan penyelenggaraan pelayanan masyarakat.
2.       APB yang defisit,merupakan alat yang baik bagi peningkatan pembangunan ekonomi .
3.       APBN di gunakan untuk menentukan sasaran kuantitatif terhadap berbagai macam isu-isu yang ada.
4.       Asas penyusunan APBN : mempengaruhi perekonomian:
-          Jika suatu Negara menganut APBN yang defisit,nantinya akan menyebabkan inflasi.
-          Jika suatu Negara menganut APBN yang surplus,nantinya menyebabkan deflasi


modul ekonomi sma xi ips

PENDAPATAN NASIONAL

1. Cara perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran (GNP) adalah Jumlah pengeluaran secara nasional atas barang-barang jadi dan jasa yang di dihasilkan dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu satu tahun.
Perhitungannya disebut Gross National Product (GNP)

Rumus :
Y = C + I + G + (X – M)

Keterangan :
Y       : Pendapatan Nasional
C       : Pengeluaran konsumsi
 I       : Pengeluaran investasi
G       : Government Expenditure
X       : Ekspor
M      : Import

Contoh :
Diketahui data sebagai berikut.
·         Pengeluaran konsumsi             Rp 20.000.000,00
·        Menyewakan tanah                   Rp 10.000.000,00
·        Pengeluaran pengusaha             Rp 14.000.000,00
·        Ekspor                                       Rp 16.000.000,00
·        Impor                                         Rp   6.000.000,00
·        Keuntungan                               Rp 10.000.000,00
Besarnya pendapatan nasional jika dihitung dengan pendekatan pengeluaran yaitu…

Pembahasan :

Diketahui :
·        Pengeluaran konsumsi              Rp 20.000.000,00
·        Menyewakan tanah                   Rp 10.000.000,00
·        Pengeluaran pengusahan           Rp 14.000.000,00
·        Ekspor                                       Rp 16.000.000,00
·        Impor                                         Rp   6.000.000,00
Ditanyakan :
Pendapatan nasional berdasarkan pendekatan pengeluaran (Y) ?
Y = C + I + G + ( X-M )
Y= 20.000.000+10.000.000+14.000.000+(16.000.000-6.000.000)
   = 54.000.000
Jadi, pendapatan nasional Rp 54.000.000,00

 2. Cara perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan (NI) adalah Pendapatan nasional dihitung dari seluruh pendapatan yang diterima pemilik faktor produksi yang disumbangkan kepada rumah tangga produsen selama satu  tahun.

Rumus       :
Y = r + i + w + p

Keterangan :
Y       : Pendapatan Nasional
r        : sewa tanah/alam
i         : bunga modal (netto)
w       : upah TK
p       : laba pengusaha/skill

Contoh :
Seorang petani menerima upah Rp 50.000,00, pengusaha tepung terigu akan mendapat laba Rp 25.000,00 jika ia menggunakan mesin sendiri, tetapi bila ia menyawa mesin Rp 10.000,00. Maka ia hanya mendapat laba Rp 15.000,00 Rp 10.000,00 diterima pemilik mesin sebagai sewa. Dan bila ia meminjam modal dari bank dan harus membayar bunga Rp 5.000,00, laba akan turun lagi menjadi Rp 10.000,00. Berapa jumlah pendapatan nasional melalui cara pendekatan pendapatan.

Pembahasan :

Diketahui :
·        w                Rp 50.000,00
·        r                  Rp 10.000,00
·        i                  Rp 10.000,00
·        p                 Rp 25.000,00

Ditanyakan :
Jumlah pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan ?

Penyelesaian :
NI = w + r + i + p
NI = 50.000 + 10.000 + 10.000 + 5.000 + 25.000
NI = 100.000

Jadi, jumlah pendapatan nasional Rp 100.000,00


Sumber :
Sujarwo, SP., MP
Jamal, Sudriman. 2006. ekonomi sma kelas x. bandung: yudhistira.
http://irnaindriani.blogspot.com/2012/03/tugas-1-perekonomian-indonesia.html

Senin, 19 Maret 2012

PETA PEREKONOMIAN INDONESIA

Keadaan Geografis

Indonesia terletak di antara 6º LU – 11º LS dan 95º BT – 141º BT, antara Lautan Pasifik dan Lautan Hindia, antara benua Asia dan benua Australia, dan pada pertemuan dua rangkaian pegunungan, yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterranean.

Indonesia memiliki sekitar 17.504 pulau (menurut data tahun 2004), sekitar 6.000 di antaranya tidak berpenghuni tetap, menyebar sekitar katulistiwa, memberikan cuaca tropis. Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, di mana lebih dari setengah (65%) populasi Indonesia. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya dan rangkaian pulau-pulau ini disebut pula sebagai kepulauan Nusantara atau kepulauan Indonesia.

Indonesia memiliki lebih dari 400 gunung berapi and 130 di antaranya termasuk gunung berapi aktif. Sebagian dari gunung berapi terletak di dasar laut dan tidak terlihat dari permukaan laut. Indonesia merupakan tempat pertemuan 2 rangkaian gunung berapi aktif (Ring of Fire). Terdapat puluhan patahan aktif di wilayah Indonesia.

Sebagian ahli membagi Indonesia atas tiga wilayah geografis utama yakni:

Kepulauan Sunda Besar meliputi pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi.
Kepulauan Sunda Kecil meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Kepulauan Maluku dan Irian
Pada zaman es terakhir, sebelum tahun 10.000 SM (Sebelum Masehi), pada bagian barat Indonesia terdapat daratan Sunda yang terhubung ke benua Asia dan memungkinkan fauna dan flora Asia berpindah ke bagian barat Indonesia. Di bagian timur Indonesia, terdapat daratan Sahul yang terhubung ke benua Australia dan memungkinkan fauna dan flora Australia berpindah ke bagian timur Indonesia. Pada bagian tengah terdapat pulau-pulau yang terpisah dari kedua benua tersebut.

Karena hal tersebut maka ahli biogeografi membagi Indonesia atas kehidupan flora dan fauna yakni:

Daratan Indonesia Bagian Barat dengan flora dan fauna yang sama dengan benua Asia.
Daratan Indonesia Bagian Tengah (Wallacea) dengan flora dan fauna endemik/hanya terdapat pada daerah tersebut.
Daratan Indonesia Bagian Timur dengan flora dan fauna yang sama dengan benua Australia.
Ketiga bagian daratan tersebut dipisahkan oleh garis maya/imajiner yang dikenal sebagai Garis Wallace-Weber, yaitu garis maya yang memisahkan Daratan Indonesia Barat dengan daerah Wallacea (Indonesia Tengah), dan Garis Lyedekker, yaitu garis maya yang memisahkan daerah Wallacea (Indonesia Tengah) dengan daerah IndonesiaTimur.

Berdasarkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1993, maka wilayah Indonesia dibagi menjadi 2 kawasan pembangunan:

Kawasan Barat Indonesia. Terdiri dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali.
Kawasan Timur Indonesia. Terdiri dari Sulawesi, Maluku, Irian/Papua, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.


Mata Pencaharian

1.      Pertanian

Jenis-jenis pertanian :

a) Pertanian rakyat

Pertanian diselenggarakan oleh rakyat. Hasil utama : padi, jagung, singkong, umbi-umbian, sayuran, dan buah-buahan.

b) Perkebunan

Pertanian diselenggarakan oleh negara atau swasta. Menggunakan sistem pengolahan modern dengan produksi besar untuk eksport. Hasil utama : perkebunan teh, kopra, kelapa sawit.

Secara garis besar, pertanian memberikan kontribusi yang penting bagi negara antara lain :

Penyedia bahan pangan
Penyedia lapangan kerja
Penyedia bahan baku bagi industri
Sumber devisa dan penjaga kelestarian lingkungan (konservasi lahan, mencegah banjir, penyedia udara yang sehat).
Pertanian di Indonesia sangat memungkinkan karena didukung oleh keadaan alam Indonesia yaitu iklim basah dan lembab serta kesuburan tanah.

Masalah dalam bidang pertanian :

Petani di Indonesia pada umumnya merupakan petani yang kepemilikan lahannya kurang dari ½ ha, karena itu petani di Indonesia miskin.
41,5% tenaga kerja pertanian merupakan anggota keluarga pengagguran.
Adanya desakan kebutuhan banyak petani yang menggarap lahan marginal di lereng bukit dan gunung sehingga menimbulkan terjadinya lahan kritis dan longsor.
Secara geografi penyelenggaraan perikanan darat di kolam, sungai, danau sangat potensial karena iklim Indonesia yang basah dan curah hujan yang banyak.

2.      Perikanan

Indonesia memiliki selat dan laut yang berada di antara pulau-pulau yang kaya akan perikanan laut.

Perikanan air payau di tambak sangat mendukung karena Indonesia merupakan negara kepulauan.

Masalah dalam perikanan Indonesia :

Petani ikan tidak memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan usaha perikanannya.
Timbulnya pencemaran air sungai, danau, kolam oleh limbah industri dapat menimbulkan kerugian bagi petani ikan.
Kurangnya modal dalam kepemilikan perahu, menyebabkan perahu nelayan banyak yang kurang layak.
Rendahnya pendapatan nelayan Indonesia menyebabkan kehidupan nelayan menjadi miskin dan tinggal di tempat kumuh.
3.      Pertambangan dan Kehutanan

Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penggalian, pengolahan, pemanfaatan dan penjualan. Indonesia kekurangan tenaga ahli dalam bidang pertambangan atau tidak adanya kesempatan tenaga ahli Indonesia menyebabkan banyak usaha-usaha pertambangan dikontrak pengusaha asing.

Hutan adalah kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan yang berisi sumber daya alam hayati yang didominasi oleh pepohonan. (UU RI No.41 tahun 1999)

4.      Perindustrian dan Pariwisata

Dampak positif industri bagi penduduk Indonesia :

Memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi
Kemudahan dalam hal penyediaan infrastruktur
Membuka lapangan pekerjaan baru
Peningkatan pendapatan daerah melalui pajak daerah
Dampak negatif industri bagi penduduk Indonesia :

Pencemaran dan kerusakan lingkungan akibat polusi dan limbah
Limbah industri akan memperburuk kondisi lingkungan dan akan meningkatkan penyakit pada manusia
Limbah industri juga dapat mematikan ikan dan plankton dalam sungai

Dampak positif aktivitas pariwisata :

Dapat menumbuhkan lapangan pekerjaan baru bagi penduduk Indonesia
Dari segi sosial, pesatnya perkembangan suatu industri pariwisata akan membawa pemahaman dan pengertian antar budaya melalui interaksi pengunjung dan wisatawan
Meningkatkan devisa negara

Dampak negatif aktivitas pariwisata :

Pencemaran lingkungan
Pembangunan fasilitas pariwisata menyebabkan kerusakan alam yaitu meningkatnya potensi longsor dan banjir
Dapat memberikan gangguan besar terhadap flora dan fauna di sekitar pembangunan pariwisata tersebut
Pengembangan usaha industri, pariwisata, transportasi dan industri jasa sangat potensial dan ekonomis bagi Indonesia karena didukung oleh SDA dengan jumlah penduduk yang besar sebagai tenaga kerja.

Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia adalah seluruh kemampuan atau potensi penduduk yang berada di dalam suatu wilayah tertentu beserta karakteristik atau ciri demografis, sosial maupun ekonominya yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembangunan. Jadi membahas sumber daya manusia berarti membahas penduduk dengan segala potensi atau kemampuannya. Potensi manusia menyangkut dua aspek yaitu aspek kuantitas dan kualitas.

Karakteristik demografi merupakan aspek kuantitatif sumber daya manusia yang dapat digunakan untuk menggambarkan jumlah dan pertumbuhan penduduk, penyebaran penduduk dan komposisi penduduk.

Karakteristik sosial dan ekonomi berhubungan dengan kualitas (mutu) sumber daya manusia. Keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan oleh suatu negara, sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang ada baik secara fisik maupun mental.

Sumber daya manusia menjadi aset tenaga kerja yang efektif untuk menciptakan kesejahteraan.

Kekayaan alam yang melimpah tidak akan mampu memberikan manfaat yang besar bagi manusia apabila sumber daya manusia yang ada tidak mampu mengolah dan memanfaatkan kekayaan alam yang tersedia.

Peluang Investasi

“Investasi” sebuah kata yang tidak bisa terpisahkan dari kegiatan sehari–hari, bahkan mempengaruhi kehidupan masyarakat baik secara individual, perusahaan maupun suatu negara. Investasi menjadi satu fenomena yang sangat penting dalam perkembangan ekonomi negara, karena investasi memiliki dampak positif yang besar (multiplier effect).

Definisi investasi adalah mengalokasikan atau menanamkan sumber daya saat ini (sekarang), dengan tujuan mendapatkan manfaat (dimasa depan) atau kegiatan yang menghasilkan nilai tambah (value added), yang merupakan sumber utama kesejahteraan masyarakat. Investasi adalah awal dari kegiatan ekonomi di masyarakat. Pada hakekatnya Investasi adalah aktivitas yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dari masyarakat. Jadi semakin tinggi intensitas kegiatan ekonomi di suatu wilayah, semakin tinggi pula peluang untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Investasi dapat dilakukan oleh semua pihak, baik masyarakat secara individu, sebagai kegiatan bisnis ataupun sosial, maupun oleh pemerintah sebagai penyelenggara negara. Dalam hal ini pemerintah harus berperan aktif untuk mengembangkan, mengatur dan mengawasi investasi nasional untuk mencapai tujuan bernegara yaitu menyejahterakan seluruh rakyatnya.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 7 – 7,7 % pada tahun 2012, hingga 12,1 % pada tahun 2014, dibutuhkan investasi sebesar Rp. 10.000 triliun selama 5 tahun kedepan. Karena itu diperlukan satu kerja keras dari pemerintah dan masyarakat untuk bisa menciptakan iklim investasi yang kondusif dan memasarkan peluang yang ada kepada calon Investor. Selama ini dana investasi asing sebagian besar masuk ke pasar modal, tapi jika pemerintah bisa meyakinkan investor untuk menanamkan modalnya di sektor lain, tentunya ini sangatlah menguntungkan.

Selama tahun 2004-2009 sektor yang paling banyak menyerap investasi adalah Sektor Sekunder , yaitu industri dan manufaktur. Dan sebagian besar alokasi tersebut terserap di Pulau Jawa. Sehingga masih banyak sekali ketimpangan yang ada didaerah- daerah yang lain, terutama Indonesia timur, padahal jika dilihat, potensi didaerah – daerah tersebut sangat banyak, sebut saja daerah Muara enim, yang menyimpan potensi kekayaan alam berupa panas bumi (energi geotermal), bahkan merupakan penghasil no. 2 terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dengan potensi 40 % dari potensi panas bumi dunia.

Langkah pemerintah untuk memfokuskan pada daerah- daerah Indonesia timur atau di luar jawa sangatlah tepat. Karena begitu banyak kekayaan alam yang belum kita kelola dengan maksimal. Adapun rencana alokasi investasi yang difokuskan pemerintah antara lain dibidang:
• Infrastruktur sebesar Rp. 1.500 Triliun untuk pembangunan pembangkit listrik 15.000 megawatt, pembangunan dan perbaikan jalan 20.000 Km, perluasan pelabuhan utama dan yang terintegrasi dengan wilayah KEK.
• Investasi di Panas bumi, pembangunan PLTP
• Manufaktur dan Industri

Tugas pemerintah yang berikutnya yang tidak kalah penting adalah menciptakan iklim ekonomi yang kondusif, salah satunya adalah memperbaiki peraturan-peraturan yang ada yang selama ini dikeluhkan oleh para calon Investor, terutama investor asing yaitu :
• Ketersediaan lahan yang jelas
• Kepastian prospek usaha
• Undang – undang kepemilikan yang jelas / kepastian hukum
• Peraturan keimigrasian yang jelas
• Birokrasi yang mudah dan transparan
• Dan yang tidak kalah pentingnya adalah dukungan dari pemerintah dan masyarakat.

Source by :

http://id.wikipedia.org/wiki/Geografi_Indonesia

PERKEMBANGAN STRATEGI DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA

A. MACAM – MACAM STRATEGI PEMBANGUNAN INDONESIA
Salah satu konsep penting yang perlu diperhatikan dalam mempelajari perekonomian suatu negara adalah mengetahui tentang strategi pembangunan ekonomi. Beberapa strategi pembangunan ekonomi yang dapat disampaikan adalah :
1. Strategi Pertumbuhan
Adapun inti dari konsep strategi yang pertama ini adalah :
• Strategi pembangunan ekonomi suatu negara akan terpusat apada upaya pembentukan modal, serta bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah dan memusat, sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi.
• Selanjutnya bahwa pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses merambat ke bawah ( trickle – down – effect ) pendistribusian kembali.
• Jika terjadi ketimpangan atau ketidak merataan hal tersebut merupakan prasyarat terciptanya pertumbuhan ekonomi.
• Kritik paling keras dari strategi yang pertama ini adalah bahwa pada kenyataan yang terjadi adalah ketimpangan yang semakin tajam.
2. Strategi pembangunan dengan pemerataan
Inti dari konsep strategi ini adalah dengan ditekankannya peningkatan pembangunan melalui teknik sosial engineering, seperti halnya melalui penyusunan perencanaan induk, dan paket program terpadu. 
3. Strategi ketergantungan
Tidak sempurnanya konsep strategi pertama dan kedua mendorong para ahli ekonomi mencari alternatif lain sehingga pada tahun 1965 muncul strategi pembangunan dengan nama strategi ketergantungan. Inti dari konsep strategi tergantungan adalah :
• Kemiskinan di negara – negara berkembang lebih disebabkan karena adanya ketergantungan negara tersebut dari pihak / negara lainnya
• Teori ketergantungan ini kemudian dikritik oleh Kothari dengan mengatakan “Teori ketergantungan tersebut memang cukup relevanm namun sayangnya telah mnjadi semacam dalih terhadap kenyataan dari kurangnya usaha untuk membangun masyarakat sendiri (Self Development)

4. Strategi yang berwawasan ruang
Strategi ini dikemukakan oleh Myrdall dan Hirschman, yang mengemukakan sebab – sebab kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah yang lebih kaya / maju.
Menurut mereka kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah maju dikarenakan kemampuan / pengaruh menyetor dari kaya ke miskin (Spread Effects) lebih kecil daripada terjadnya aliran sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya (Back-wash-effects). Perbedaan pandangan kedua tokoh tersebut adalah, bahwa Myrdalltidak percaya bahwa keseimbangan daerah kaya dan miskin akan tercapai, sedangkan Hirschman percaya, sekalipun baru akan tercapai dalam jangka panjang.
5. Strategi Pendekatan kebutuhan pokok
Sasarana dari strategi ini adalah menanggulangi kemiskinan secara masal. Strategi ini selanjutnya dikembangkan oleh Organisasi Perburuhan Sedunia (ILO) pada tahun 1975, dengan menekankan bahwa kebutuhan pokok manusia tidak mungkin dapat dipenuhi jika pendapatan masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada pengangguran. Oleh karena itu sebaiknya usaha-usaha diarahkan pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan kebutuhan pokok dan sejenisnya.


B. FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI 
Pada prinsipnya, pemilihan strategi apa yang digunakan dalam proses pembangunan sangat dipengaruhi oleh pertanyaan ‘Apa tujuan yang hendak dicapai?
Jika tujuan yang hendak dicapai adaalah menciptakan masyarakat yang mandiri, maka strategi ketergantungan yang mungkin akan dipakai. Jika tujuan yang ingin dicapai adalah pemerataan pembanguanan, maka strategi yang berwawasan ruang-lah yang akan dipergunakan.

C. STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI DI INDONESIA
Sebelum Orde Baru strategi pembangunan di Indonesia secara teori telah diarahkan pada usaha pencapaian laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun pada kenyataannya nampak adanya kecenderungan lebih menitik beratkan pada tujuan-tujuan politik dan kurang memperhatikan pembangunan ekonomi.
Sedangkan pada awal Orde Baru, strategi pembangunan di Indonesia lebih diarahkan pada tindakan pembersihan dan perbaikan kondisi ekonomi yang mendasar, terutama usaha-usaha untuk menekan laju inflasi yang sangat tingi (Hyper Inflasi)
Strategi-strategi trsebut kemudian dipertegas dengan ditetapkan sasaran-sasaran dan titik berat setiap Repelita, yakni
REPELITA I : Meletakkan titik berat pada sektor pertanian dan industri yang mendukung sektor pertanian meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya
REPELITA II : Meletakkan titik berat pada sektor pertanian dengan meningkatkan industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya
REPELITA III : Meletakkan titik berat pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya
REPELITA IV : Meletakkan titik berat pada sektor pertanian untuk melanjutkan usaha-usaha menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin-mesin industri sendiri, baik industri ringan yang akan terus dikembangkan dalam Repelita-repelita selanjutnya meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya.

D.PERENCANAAN PEMBANGUNAN
Adapun definisi perencanaan pembangunan, menurut Bintoro Tjokromidjojo, manfaat perencanaan adalah :
1. Dengan adanya perencanaan diharapkan terdapatnya suatu persyaratan kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan pembangunan.
2. Dengan perencanaan maka dapat dilakukan suatu perkiraan terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaa yang akan dilalui.
3. Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara yang terbaik atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang terbaik. 
4. Dengan perencanaan dapat dilakukan penyusunan skala prioritas
5. Dengan adanya rencana maka akan ada suatu alat pengukur untuk mengadakan suatu pengawasan dan evaluasi
6. Penggunaan dan alokasi sumber-sumber pembangunan yang terbatas adanya secara lebih efisien dan efektif
7. Dengan perencanaan, perkembangan ekonom yang mantap atau pertumbuhan ekonomi yang terus menerus dapat ditingkatkan
8. Dengan perencanaan dapat dicapai stabilitas ekonomi, menghadapi siklis konjungtur.
Dalam sejarah perkembangannya, perencanaan pembangunan ekonomi Indonesia dibagi dalam beberapa periode, yakni :

 Periode Orde Baru, dibagi dalam :
• Periode 1945 – 1950 
• Periode 1951 – 1955
• Periode 1956 – 1960
• Periode 1961 – 1966 

 Periode Setelah Orde Baru dibagi dalam :
• Periode 1966 s/d periode stabilisasi dan rehabilitasi
• Periode Repelita I : 1969/70 – 1973/74
• Periode Repelita II : 1974/75 – 1978/79
• Periode Repelita III : 1979/80 – 1983/84
• Periode Repelita IV : 1984/85 – 1988/89
• Periode Repelita V : 1989/90 – 1993/94



Selasa, 13 Maret 2012

Sistem Perekonomian Dunia

Sistem perekonomian
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuahperekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.

Perekonomian terencana
Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet dan banyak negara Eropa Timur lainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20. Namun saat ini, hanya Kuba, Korea Utara, Vietnam, dan RRC yang menggunakan sistem ini. Negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi. China, misalnya, mulai melonggarkan peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta mengontrol faktor produksinya sendiri.

Perekonomian pasar
Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.

Perekonomian pasar campuran
Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur yang telah melakukan privatisasi—pengubahan status perusahaaan pemerintah menjadi perusahaan swasta.


Source by : http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_perekonomian

Selasa, 29 November 2011

HistOry Of my cAmpUs !!!

  • Sejarah singkat Universitas Gunadarma


Indonesia adalah terus-menerus menghadapi gelombang komputerisasi, ini terjadi untuk menjadi jawaban dari pertanyaan tentang kebutuhan pendidikan komputer untuk bangsa. Oleh karena itu, pada 7 Agustus 1981 sebuah program pendidikan komputer diluncurkan dengan nama Program Pendidikan Ilmu Komputer. Program ini tidak hanya menyediakan penawaran kursus dengan pemanfaatan komputer, tetapi juga sebuah lembaga pendidikan tinggi yang memperdalam pengetahuan tentang ilmu komputer.
Buktinya menunjukkan perbaikan, dengan demikian, sebuah yayasan Operasi Penelitian Matematika dan Pengembangan Sistem Analis dibentuk untuk mengakomodasi Ilmu Komputer Program Pendidikan yang kemudian berubah menjadi Akademi Ilmu Komputer Indonesia.
Jalan menuju kesempurnaan tidak berhenti belum, akademi itu meningkatkan tingkat ke Sekolah Tinggi. Untuk niat, sekolah harus memiliki nama yang sama dengan Yayasan yang berjalan itu.
Akhirnya dengan tanggal 14 Agustus 1984, Kopertis III konsolidasi nama Gunadarma Komputer dan Manajemen Informatika Sekolah Tinggi (STMIK Gunadarma) bersama dengan nama Yayasan Pendidikan Gunadarma.
Nama "Gunadarma" adalah memilih pikiran inspirasi seorang arsitek yang membangun salah satu dari "Tujuh keajaiban Dunia", yaitu Candi Borobudur, oleh dinasti Syailendra era. Terlebih lagi, Gunadarma berarti juga niat yang tulus dari dedikasi kepada masyarakat melalui sebuah sekolah tinggi.
STMIK Gundarma terletak di Jalan Salemba, Raya 53 Jakarta. Setahun setelah konsolidasi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan memberikan status "Terdaftar" (terdaftar) untuk STMIK Gunadarma melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0424/0/1985 untuk Diploma 3 dan Strata 1 judul, di 5 Oktober 1985.
Dunia pendidikan komputer yang menginfeksi dunia bisnis telah terbukti menjadi menarik bagi publik. Antusiasme membuat kampus tidak bisa menampung lagi sampai akhirnya STMIK Gunadarma membuka kampus baru di Pondok Cina, Depok. Terlebih lagi, kualitas pendidikan ditingkatkan untuk mengakomodasi tuntutan publik. Pencapaian ini membawa STMIK Gunadarma ke status "disamakan" (menyamakan kedudukan) melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0490/0/1989 pada bulan Agustus 1989.
Keberhasilan tidak berhenti di sini; yayasan lain yang dihasilkan SMA bernama Gunadarma Sekolah Tinggi Ekonomi (STIE Gunadarma) pada 13 Januari 1990 dengan program utamanya adalah Ilmu Ekonomi dibagi menjadi jurusan Manajemen dan Akuntansi ditekankan dalam aplikasi komputer.
Dengan Keputusan Direktur Jenderal nomor DIKTI 92/Kep/Dikti/1996 tanggal 3 April 1996, kedua sekolah tinggi itu digabung menjadi UNIVERSITAS GUNADARMA.
Merger ini dimaksudkan untuk menciptakan dasar yang besar untuk mengantisipasi masa depan dengan memproduksi profesional, penerus handal dalam dasar teknologi informasi bagi bangsa menghadapi globalisasi.




  • Visi dan Misi


Visi

Pada tahun 2012 Universitas Gunadarma menjadi Universitas berbasis teknologi informasi dan komunikasi terkemuka di Indonesia yang kontribusinya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat diakui (recognized), baik di tingkat regional maupun internasional

Misi

1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang berkualitas dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa.

2. Menciptakan suasana akademik yang mendukung terselenggaranya kegiatan penelitian yang bertaraf internasional dan bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia.

3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai ujud pengejawantahan tanggung jawab sosial institusi (university social responsibility).

4. Menyelenggarakan kerjasama dengan pelbagai institusi, baik di dalam maupun di luar negeri.

5. Mengembangkan organisasi institusi dalam rangka merespon pelbagai perubahan yang terjadi.



  • Makna Dibalik Sebuah Logo Gunadarma





     Tangkai Obor Berdiri Tegak
Melambangkan keteguhan hati untuk menyumbangkan dharma bakti kepada Nusa dan Bangsa

  Cawan Obor yang Melebar dan Cekung
Adalah wadah dari ilmu pengetahuan yang luas dan mendalam


   Kobaran Api yang Kuning Keemasan
Menunjukkan semangat juang yang tak pernah padam dalam menuntut ilmu dan menyumbangkannya kepada masyarakat


    Bentuk Lingkaran yang Berwarna Ungu
Adalah suatu bentuk geometris yang memberi ciri pada ilmu pengetahuan yang ditekuni dan dikembangkan


   Bingkai Segi Lima
Menyatakan bahwa Universitas Gunadarma berazaskan Pancasila


sumber by http//www.gunadarma.ac.id

Rabu, 05 Oktober 2011

My cAmpUs !!!


Berbicara mengenai suasana belajar di kampus, pastinya beda banget dengan suasana belajar pada masa-masa sekolah. Apalagi di kampus Universitas Gunadarma alias UG. Kampus yang terkenal dengan IT nya tersebut membuat kampus UG mendominasi kan seluruh kegiatan berbasil mobile ataupun multimedia. Orang yang sebelumnya gaptek sekalipun,  jika kuliah di UG insya Allah bisa jadi hightec.
Kalau ditanya suasana belajar di UG gimana, mungki tergantung dari pandangan dan pendapat individu setiap mahasiswa. Karena banyaknya kampus yang dimiliki oleh UG yang tersebar di beberapa kawasan, mulai di Depok hingga Bekasi,jadi membuat rumit memberikan gambaran secara umum, bagaimana suasana belajar di UG sesungguhnya. Karena setiap kampus mempunyai karakteristik dan suasana yang berbeda. Menurut saya pribadi saja, karena saya sering kebagian jadwal di kampus E,G,H di kawasan Kelapa Dua maka saya akan coba menggambarkan suasan belajar di UG menurut pendapat dan pandangan saya.
Pertama kampus E UG yang berlokasikan di Kelapa Dua. Dari segi suasana lingkungan kampus lumayan asik dan nyaman, cukup strategis. Dari segi gedung, seperti gedung kampus pada umumnya namun yang bikin berbeda adalah di kampus E ini terdapat internet lounge nya yang free di pake oleh setiap mahasiswa UG. Dari segi metode belajar nya, walau agak jadul karena masih menggunakan OHP namun system penyampain dari para dosen membuat suasana pembelajaran lebih terasa kondusif  dan nyaman.
                                                            sumber : google image

Lalu yang kedua kampus G UG yang juga berlokasikan di Kelapa Dua. Sebenarnya saya cuma kebagian jadwal satu hari aja disana. Sama seperti di kampus E sebelumnya., namun yang membedakannya mungkin dari segi luas gedung. Luas gedung yang dimiliki oleh kampus G condong lebih kecil dari pada kampus E.  selain itu juga di kampus ini tidak terdapat Internet  lounge. Namun itu bukan hambatan, karena yang terpenting adalah ilmu yang didapat saat proses perkuliahan. Walau lebih kecil namun suasana di kampus ini cukup nyaman dan rindang.
                                                             sumber : google image

Yang terakhir yaitu kampus H UG yang juga sama-sama berlokasikan di Kelapa Dua. Sebenarnya kampus ini bukan tempat untuk melakukan proses perkuliahan pada umumnya atau seperti pada kampus E dan G namun kampus ini lebih diperuntukkan untuk perkuliahan dengan berbasis komputer. Jadi seluruh mahasiswa yang kebagian jadwal di kampus ini harus menggunakan pakaian sedikit formal. Proses perkuliahan disana seperti  proses tanya jawab antara mahasiswa dengan komputer yang telah di rangkai sedemikian rupa sehingga proses perkuliahan disana lebih berbeda dari kampus-kampus lainnya. Selain itu setiap minggu terdapat pergantian modul yang harus diganti sesuai materi yang akan di ujikan setiap minggunya. Suasana kampus H ini lebih modern. Lebih nyaman dan menarik. Fasilitas yang ada disana pun serba modern. Jadi istilahnya prosesnya belajar di kampus H ini adalah proses belajar mandiri tanpa dosen tapi dengan komputer dan kebanyakan mahasiswa UG menyebut kampus H ini sebagai kampus iLab.
                                                                sumber : google image

Mungkin setiap mahasiswa mempunyai gambaran yang berbeda mengenai suasana belajar di UG namun kembali pada diri setiap masing-masing. Bagaimana berusaha untuk beradaptasi pada setiap kampus supaya selama proses perkuliahan berlangsung dirinya merasa nyaman dan dapat menerima perkuliahan dengan baik. Ini hanya gambaran kecil saya aja mengenai tiga kampus UG yang terdapat di daerah Kelapa Dua dan masih banyak lagi kampus-kampus UG lain yang mungkin member suasana dan kesan tersendiri.