Jumat, 12 Oktober 2012

Analisa Pergeseran Kurva Permintaan dan Penawaran

Latar Belakang Masalah

            Keseimbangan antara permintaan dan penawaran akan menghasilkan suatu tingkat harga pasar yang stabil. Pada tingkat harga tersebut kuantitas jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan yang disebut juga harga keseimbangan. Sedangkan apabila jumlah yang diminta lebih besar dari jumlah yang ditawarkan, maka terjadi kelebihan permintaan (Excess Demand) disini harga akan naik menuju titik keseimbangan. Apabila jumlah yang diminta lebih kecil dari jumlah yang ditawarkan, maka terjadi kelebihan penawaran (Excess Supply), disini harga akan turun menuju titik keseimbangan.
            Harga equilibrium ini cenderung tertuju pada pasar aktual, sekali tercapai harga tersebut akan bertahan, kecuali jika terganggu oleh beberapa perubahan yang terjadi pada kondisi pasar. Harga yang lain dari harga equilibrium disebut Dis equilibrium price, yaitu harga yang terjadi ketika kuantitas yang diminta tidak sama dengan kuantitas yang ditawarkan.


Metodologi

·         Sumber pengambilan data
Data bersifat sekunder dimana dicari dan dikolektifkan dengan tujuan membantu pencarian solusi serta kesimpulan akhir mengenai keseimbangan harga dan kuantitas. Jumlah permintaan yang meningkat kurang dari jumlah penawaran yang turun maka menyebabkan harga naik dan kuantitas turun. Misalkan saja pada saat terjadi kelangkaan BBM (Bahan Bakar Minyak), dimana masyarakat sangat membutuhkan namun dengan kuantitas yang terbatas maka harga di pengecer menjadi naik karena nilai utilitasnya sangat diperlukan saat itu juga.

·         Variabel
Terjadinya Kelangkaan BBM (Bahan Bakar Minyak)

·         Metode pembahasan
Jenis model penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif namun lebih berkonsentrasi kepada metode deskriptif serta teori dasar. Sehingga dengan adanya landasan teori dasar dapat diasosiasikan dengan gejala, kejadian, dan peristiwa mengenai kelangkaan BBM yang telah terjadi.



Pembahasan




            Harga keseimbangan atau harga pasar (Equilibrium Price) adalah tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran dengan konsumen atau permintaan. Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa, sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran, yang disebut Equilibrium Price. Pada saat jumlah permintaan kurang dari jumlah penawaran yang mengalami penurunan maka menyebabkan harga pada kondisi tersebut menjadi naik dengan kuantitas barang yang mengalami penurunan.




          Kasus tersebut dapat dicerminkan pada saat terjadinya kelangkaan BBM. Pada saat terjadi kelangkaan maka jumlah kuantitas BBM berkurang. Karena kebutuhan dan utilitasnya yang sangat bernilai maka konsumen pun mencari alternatif pembelian kepada pengecer walau harga yang ditawarkan sangat tinggi. Misalkan, tahun ini  pemerintah dan DPR sepakat mengalokasikan kuota subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 40 juta kilo liter. Hingga Agustus realisasi dari kuota tersebut sudah mencapai 29,32 juta kilo liter. Dengan empat bulan waktu tersisa, kuota yang ada diperkirakan tidak akan mampu mencukupi kebutuhan.PT Pertamina (Persero) menyatakan konsumsi subsidi BBM di masyarakat saat ini mencapai 3,6 juta kilo liter per bulan. Realisasi subsidi BBM saat ini sudah mencapai 29,32 juta kilo liter. Dengan kata lain, stok subsidi BBM saat ini hanya tinggal menyisakan sekitar 10 juta kilo liter lagi.


           Salah satu daerah yang terancam kelangkaan BBM bersubsidi DKI Jakarta. Kuota subsidi BBM di ibu kota diperkirakan habis pada 15 September. Beberapa daerah lain juga mengalami hal yang sama. Yakni Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Jawa Barat.Pemerintah mengambil langkah cepat. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku hanya memiliki satu jurus untuk mencegah terjadinya kelangkaan BBM bersubsidi yakni mengajukan tambahan kuota subsidi BBM.Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini menyebutkan, pemerintah telah mengusulkan tambahan kuota subsidi BBM sebesar 4 juta kilo liter dengan porsi terbesar untuk jenis Premium.


Kesimpulan

         Untuk mengatasi masalah kelangkaan BBM, pemerintah perlu menganalisa dan memilih strategi mana yang merupakan usaha untuk menjadi jalan keluar dan menentukan tindakan alternatif yang paling baik mengatasi kelangkaan ini. Dalam menganalisis dan memilih jalan keluar yang terbaik, diperlukan teknik-teknik dari tahapan jenjang yang dapat membantu manajemen pemerintah. Teknik-teknik perumusan strategi yang penting dapat diintegrasi ke dalam kerangka pengambilan keputusan melalui 3 tahapan yang penting, yaitu tahap input, tahap pencocokan dan tahap keputusan.

Tahap pertama yang merupakan tahap input merupakan tahap yang berisi informasi dalam hal ini masalah akan kelangkaan dari minyak tanah di Indonesia.

Tahap kedua yang merupakan tahap pencocokan, berisi informasi yang dikembangkan berdasarkan yang diperoleh dari tahap input untuk memadukan peluang dan ancaman eksternal dengan kekuatan dan kelemahan internal. Teknik tahap pencocokan ini meliputi : matriks Kekuatan (Strength), Kelemahan (Weakness), Peluang (Opportunities), dan Ancaman (Threaths) atau disebut SWOT dan kemudian mengembangkannya ke dalam 4 jenis strategi : Strategi SO (Stength Opportunities) Kekuatan Peluang, Strategi WO (Weakness Opportunities) Kelemahan Peluang, Strategi ST (Strength Threats) Kekuatan Ancaman dan Strategi WT (Weakness Threats) Kelemahan Ancaman.

Tahap ketiga merupakan tahap keputusan yang menggunakan informasi dari tahap pertama dan matriks strategi dari tahap kedua. Teknik ini dapat menyimpulkan bahwa matriks SWOT dalam hal ini strategi SO, strategi WO, strategi ST, dan strategi WT merupakan taktik bagus yang telah dilaksanakan Pemerintah maupun yang akan segera dilaksanakan. Berdasarkan penjelasan strategi-strategi tersebut kita semua dapat juga mengetahui bahwa apa yang menjadi ancaman dan kelemahan dari kelangkaan minyak tanah dapat diatasi dengan peluang dan kekuatan yang menjadi strategi manajemen Pemerintah.



Sumber :
http://filona93.blogspot.com
http://ekaagustianingsih.blogspot.com/
http://rhurhy.blogspot.com/2012/07/demand-supply-and-equilibrium-price.html
http://www.merdeka.com/uang/mungkinkah-terjadi-kelangkaan-bbm.html
http://manado.tribunnews.com/2011/11/20/strategi-pemerintah-dalam-mengatasi-kelangkaan-minyak-tanah
http://mypariwisata-of-economic.blogspot.com/2010/12/permintaanpenawarandan-equilibrium.html

Kamis, 11 Oktober 2012

Pergeseran Kurva Penawaran


Faktor Penyebab Bergesernya Kurva Penawaran

·         Prices of relevant resources (Harga sumber daya yang relavan / harga pokok produksi)

à Kenaikan harga faktor produksi seperti tingkat upah yang lebih tinggi dan harga bahan baku yang meningkat akan menyebabkan produsen memproduksi output-nya lebih sedikit dengan jumlah anggaran yang tetap dan dapat mengurangi laba produsen. Dan apabila tingkat laba suatu industri tidak menarik lagi, mereka akan pindah ke industri lain yang mengakibatkan berkurangnya penawaran barang.  



·         Technology (Teknologi)

à Kemajuan teknologi menyebabkan penurunan biaya produksi, efisiensi dan menciptakan barang-barang baru sehingga menyebabkan kenaikan dalam penawaran barang.  



·         Number of sellers (Jumlah pedagang/penjual)

à Semakin banyak jumlah penjual suatu produk tertentu, maka penawaran barang tersebut akan bertambah. 


·         Expectation of future prices (Perkiraan harga di masa depan)


à Dengan memperkirakan harga dimasa depan, produsen dapat memilih akan memproduksi berapa unit. Misal , jika harga permintaan dimasa depan akan naik dibandingkan harga saat ini, produsen dapat memproduksi lebih sedikit karena produsen lebih memilih memproduksi banyak saat harga permintaan dimasa depan meningkat.  
Atau apabila kondisi pendapatan masyarakat meningkat, biaya produksi berkurang dan tingkat harga barang dan jasa naik, maka produsen akan menambah jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Tetapi bila pendapatan masyarakat tetap, biaya produksi mengalami peningkatan, harga barang dan jasa naik, maka produsen cenderung mengurangi jumlah barang dan jasa yang ditawarkan atau beralih pada usaha lain.



·         Taxes and subsidies

à Dengan adanya pajak, output produsen akan menurun. Sedangkan dengan adanya subsidi, output produsen akan bertambah. 



·       Government restrictions (Pembatasan oleh pemerintah / kebijakan pemerintah)

à Seperti pada kebijakan impor dan ekspor yang berfungsi untuk menekan melonjaknya penawaran dan tidak merugikan pasar nasional. 



Dalam kasus ini saya akan memberikan contoh gambaran penyebab bergesernya kurva penawaran pada usaha pembuatan sepatu.


Pada kurva diatas, digambarkan garis S ke S1 menunjukan bahwa dengan harga sebesar 600.000 perusahaan yang semula menghasilkan jumlah kuantitas sepatu sebanyak 300 bertambah menjadi 500 karena adanya kenaikan kuantitas penawaran pada harga yang sama.
Pada kurva garis S ke S2 menunjukan bahwa dengan harga yang tetap sebesar 600.000 perusahaan yang semula menghasilkan jumlah kuantitas sepatu sebanyak 300 berkurang menjadi 100 karena adanya penurunan kuantitas penawaran pada harga yang sama.

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan akan penyebab bergesernya kurva penawaran dikarenakan :


1.      Prices of relevant resources (Harga sumber daya yang relavan / harga pokok produksi)

Dengan semakin tingginya sumber daya yang digunakan, maka produsen yang memproduksi sepatu akan mengurangi kuantitas produksinya dari nilai 300 ke nilai 100 dengan harga yang tetap yaitu 600.000 agar semua penawaran yang ada dapat laku terjual. Hal ini terlihat dari pergeseran kurva supplay ke kiri.

2.      Technology (Teknologi)

Dengan semakin majunya teknologi seperti penggunaan mesin produksi pembuatan sepatu, hal tersebut dapat meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya produksi. Penggunaan teknologi internet juga dapat digunakan untuk mencari ide-ide baru dalam pembuatan sepatu. Hal-hal tersebut dapat membuat penawaran baju meningkat yang menyebabkan kurva supply, bergeser ke kanan.
3.      Number of sellers (Jumlah pedagang/penjual)

Contohnya dengan semakin banyak penjual sepatu yang ada, maka semakin banyak jumlah penawaran yang akan tercipta. Hal tersebut akan menggeser kurva supply ke arah kanan pada tingkat harga yang sama.




4.      Expectation of future prices (Perkiraan harga di masa depan)

Misalkan saat dimana sedang populer model sepatu sport-casul di seluruh dunia, maka produsen akan berlomba-lomba memproduksi model sepatu tersebut dengan kreatifitasnya, sehingga akan mengakibatkan jumlah kuantitas bertambah namuh harga yang di pasarkan tetap, sehingga kurva penawaran pun bergeser ke kanan bawah. Begitu pula sebaliknya, saat dirasa trend model sepatu yang baru akan berubah 4 bulan mendatang, maka para produsen akan mulai memprediksi jumlah serta model kreatifitas sepatu yang akan dibuat berikutnya.




5.      Taxes and subsidies

Dengan adanya subsidi yang diberikan oleh pemerintah, maka produsen dapat membuat sepatu yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya tetapi dengan harga yang sama. Hal tersebut yang menyebabkan kurva supply bergeser ke arah kanan pada tingkat harga yang sama.
Dengan adanya pajak yang dipungut oleh pemerintah, maka produsen mengurangi anggaran biaya produksi baju untuk membayar pajak sehingga jumlah produksi akan berkurang. Hal tersebut yang menyebabkan kurva supply bergeser ke arah kiri pada tingkat harga yang sama.


6.      Government restrictions (Pembatasan oleh pemerintah / kebijakan pemerintah)

Jika dengan contoh impor, maka sepatu-sepatu berbagai merk dari luar negeri akan masuk ke dalam negeri yang menyebabkan barang tersebut di dalam negeri bertambah karena terdiri dari barang lokal dan impor. Dengan begitu , maka penawaran akan semakin bertambah dan akan menggeser kurva penawaran ke kanan pada harga yang tetap.
Dengan contoh ekspor yang dilakukan dari dalam negara ke negara lain, sehingga jumlah penawaran atas sepatu dalam negara akan berkurang yang terlihat dari pergeseran kurva supplay ke kiri.











Equilibrium Price and Quantity

Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah permintaan.
Jika jumlah permintan berkurang sedangkan jumlah penawaran tetap, maka harga akan turun.





Misalnya harga Rp.25,00 jumlah permintaan 45 unit. Apabila jumlah permintaan turun menjadi 30 unit, maka harga akan turun menjadi Rp.15,00.


Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan jumlah permintaan yang naik kurang dari jumlah penawaran yang turun.
Jika jumlah permintaan suatu barang mengalami peningkatan kurang dari jumlah penawaran yang mengalami penurunan maka mengakibatkan jumlah barang mengalami penurunan dan harga barang naik.





Misalnya, pada saat terjadi kelangkaan BBM. Pada saat masyarakat sangat membutuhkanya sebagai penopang aktivitas kehidupan sehari-hari namun pada saat bersamaan terjadi kelangkaan BBM, maka disaat itu pula para pengecer akan menjual BBM dengan harga yang tinggi kepada konsumen karena tingkat utilitas barang tersebut yang sangat dibutuhkan.




sumber referensi :



Jumat, 29 Juni 2012

Drop Down Menu di Blogger

Adding The Drop Down Menu To Blogger

     1.   Go To Blogger > Design and select a HTML/JavaScript widget
      2. Paste the following code inside it,
<style>
#mbtnavbar {
    background: #3B5998;
    width: 100%;
 
    color: #FFF;
        margin: 10px 0;
        padding: 0;
        position: relative;
        border-top:0px solid #960100;
        height:35px;

}