Kamis, 11 Oktober 2012

Pergeseran Kurva Penawaran


Faktor Penyebab Bergesernya Kurva Penawaran

·         Prices of relevant resources (Harga sumber daya yang relavan / harga pokok produksi)

à Kenaikan harga faktor produksi seperti tingkat upah yang lebih tinggi dan harga bahan baku yang meningkat akan menyebabkan produsen memproduksi output-nya lebih sedikit dengan jumlah anggaran yang tetap dan dapat mengurangi laba produsen. Dan apabila tingkat laba suatu industri tidak menarik lagi, mereka akan pindah ke industri lain yang mengakibatkan berkurangnya penawaran barang.  



·         Technology (Teknologi)

à Kemajuan teknologi menyebabkan penurunan biaya produksi, efisiensi dan menciptakan barang-barang baru sehingga menyebabkan kenaikan dalam penawaran barang.  



·         Number of sellers (Jumlah pedagang/penjual)

à Semakin banyak jumlah penjual suatu produk tertentu, maka penawaran barang tersebut akan bertambah. 


·         Expectation of future prices (Perkiraan harga di masa depan)


à Dengan memperkirakan harga dimasa depan, produsen dapat memilih akan memproduksi berapa unit. Misal , jika harga permintaan dimasa depan akan naik dibandingkan harga saat ini, produsen dapat memproduksi lebih sedikit karena produsen lebih memilih memproduksi banyak saat harga permintaan dimasa depan meningkat.  
Atau apabila kondisi pendapatan masyarakat meningkat, biaya produksi berkurang dan tingkat harga barang dan jasa naik, maka produsen akan menambah jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Tetapi bila pendapatan masyarakat tetap, biaya produksi mengalami peningkatan, harga barang dan jasa naik, maka produsen cenderung mengurangi jumlah barang dan jasa yang ditawarkan atau beralih pada usaha lain.



·         Taxes and subsidies

à Dengan adanya pajak, output produsen akan menurun. Sedangkan dengan adanya subsidi, output produsen akan bertambah. 



·       Government restrictions (Pembatasan oleh pemerintah / kebijakan pemerintah)

à Seperti pada kebijakan impor dan ekspor yang berfungsi untuk menekan melonjaknya penawaran dan tidak merugikan pasar nasional. 



Dalam kasus ini saya akan memberikan contoh gambaran penyebab bergesernya kurva penawaran pada usaha pembuatan sepatu.


Pada kurva diatas, digambarkan garis S ke S1 menunjukan bahwa dengan harga sebesar 600.000 perusahaan yang semula menghasilkan jumlah kuantitas sepatu sebanyak 300 bertambah menjadi 500 karena adanya kenaikan kuantitas penawaran pada harga yang sama.
Pada kurva garis S ke S2 menunjukan bahwa dengan harga yang tetap sebesar 600.000 perusahaan yang semula menghasilkan jumlah kuantitas sepatu sebanyak 300 berkurang menjadi 100 karena adanya penurunan kuantitas penawaran pada harga yang sama.

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan akan penyebab bergesernya kurva penawaran dikarenakan :


1.      Prices of relevant resources (Harga sumber daya yang relavan / harga pokok produksi)

Dengan semakin tingginya sumber daya yang digunakan, maka produsen yang memproduksi sepatu akan mengurangi kuantitas produksinya dari nilai 300 ke nilai 100 dengan harga yang tetap yaitu 600.000 agar semua penawaran yang ada dapat laku terjual. Hal ini terlihat dari pergeseran kurva supplay ke kiri.

2.      Technology (Teknologi)

Dengan semakin majunya teknologi seperti penggunaan mesin produksi pembuatan sepatu, hal tersebut dapat meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya produksi. Penggunaan teknologi internet juga dapat digunakan untuk mencari ide-ide baru dalam pembuatan sepatu. Hal-hal tersebut dapat membuat penawaran baju meningkat yang menyebabkan kurva supply, bergeser ke kanan.
3.      Number of sellers (Jumlah pedagang/penjual)

Contohnya dengan semakin banyak penjual sepatu yang ada, maka semakin banyak jumlah penawaran yang akan tercipta. Hal tersebut akan menggeser kurva supply ke arah kanan pada tingkat harga yang sama.




4.      Expectation of future prices (Perkiraan harga di masa depan)

Misalkan saat dimana sedang populer model sepatu sport-casul di seluruh dunia, maka produsen akan berlomba-lomba memproduksi model sepatu tersebut dengan kreatifitasnya, sehingga akan mengakibatkan jumlah kuantitas bertambah namuh harga yang di pasarkan tetap, sehingga kurva penawaran pun bergeser ke kanan bawah. Begitu pula sebaliknya, saat dirasa trend model sepatu yang baru akan berubah 4 bulan mendatang, maka para produsen akan mulai memprediksi jumlah serta model kreatifitas sepatu yang akan dibuat berikutnya.




5.      Taxes and subsidies

Dengan adanya subsidi yang diberikan oleh pemerintah, maka produsen dapat membuat sepatu yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya tetapi dengan harga yang sama. Hal tersebut yang menyebabkan kurva supply bergeser ke arah kanan pada tingkat harga yang sama.
Dengan adanya pajak yang dipungut oleh pemerintah, maka produsen mengurangi anggaran biaya produksi baju untuk membayar pajak sehingga jumlah produksi akan berkurang. Hal tersebut yang menyebabkan kurva supply bergeser ke arah kiri pada tingkat harga yang sama.


6.      Government restrictions (Pembatasan oleh pemerintah / kebijakan pemerintah)

Jika dengan contoh impor, maka sepatu-sepatu berbagai merk dari luar negeri akan masuk ke dalam negeri yang menyebabkan barang tersebut di dalam negeri bertambah karena terdiri dari barang lokal dan impor. Dengan begitu , maka penawaran akan semakin bertambah dan akan menggeser kurva penawaran ke kanan pada harga yang tetap.
Dengan contoh ekspor yang dilakukan dari dalam negara ke negara lain, sehingga jumlah penawaran atas sepatu dalam negara akan berkurang yang terlihat dari pergeseran kurva supplay ke kiri.











Equilibrium Price and Quantity

Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah permintaan.
Jika jumlah permintan berkurang sedangkan jumlah penawaran tetap, maka harga akan turun.





Misalnya harga Rp.25,00 jumlah permintaan 45 unit. Apabila jumlah permintaan turun menjadi 30 unit, maka harga akan turun menjadi Rp.15,00.


Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan jumlah permintaan yang naik kurang dari jumlah penawaran yang turun.
Jika jumlah permintaan suatu barang mengalami peningkatan kurang dari jumlah penawaran yang mengalami penurunan maka mengakibatkan jumlah barang mengalami penurunan dan harga barang naik.





Misalnya, pada saat terjadi kelangkaan BBM. Pada saat masyarakat sangat membutuhkanya sebagai penopang aktivitas kehidupan sehari-hari namun pada saat bersamaan terjadi kelangkaan BBM, maka disaat itu pula para pengecer akan menjual BBM dengan harga yang tinggi kepada konsumen karena tingkat utilitas barang tersebut yang sangat dibutuhkan.




sumber referensi :



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar